1. Laser
Kata LASER adalah singkatan dari Light
Amplification by Stimulated Emissionof Radiation, yang artinya
perbesaran intensitas cahaya oleh pancaran terangsang. Kata kuncinya adalah
“perbesaran” dan “pancaran terangsang” yang akan menjadi jelas kemudian. Laser
merupakan sumber cahaya koheren yang monokromatik dan amat lurus. Cara kerjanya
mencakup optika dan elektronika. Para ilmuwan biasa menggolongkannya dalam
bidang elektronika kuantum. Sebetulnya laser merupakan perkembangan dari MASER,
huruf M disini singkatan dari Microwave, artinya gelombang mikro. Cara kerja
maser dan laser adalah sama, hanya saja mereka bekerja pada panjang gelombang
yang berbeda. Laser bekerja pada spektrum infra merah sampai ultra ungu,
sedangkan maser memancarkan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang
yang jauh lebih panjang, sekitar 5 cm, lebih pendek sedikit dibandingkan dengan
sinyal TV - UHF. Laser yang memancarkan sinar tampak disebut laser - optik.
2. Prinsip Kerja Laser
Terjadinya laser sudah
diramalkan jauh hari sebelum dikembangkannya mekanika kuantum. Pada tahun 1917,
Albert Einstein mempostulatkan pancaran imbas pada peristiwa
radiasi agar dapat menjelaskan kesetimbangan termal suatu gas yang sedang menyerap
dan memancarkan radiasi. Menurut dia ada 3 proses yang terlibat dalam kesetimbangan
itu, yaitu : serapan, pancarn spontan (disebut fluorensi) dan pancaran
terangsang ( atau lasing dalam bahasa Inggrisnya, artinya memancarkan
laser). Proses yang terakhir biasanya diabaikan terhadap yang lain karena pada
keadaan normal serapan dan pancaran spontan sangat dominan. Sebuah atom pada
keadaan dasar dapat dieksitasi ke keadaan tingkat energi yang lebih tinggi
dengan cara menumbukinya dengan elektron atau foton. Setelah beberapa saat
berada di tingkat tereksitasi ia secara acak akan segera kembali ke tingkat
energi yang lebih rendah, tidak harus ke keadaan dasar semula. Proses acak ini
dikenal sebagai fluoresensi terjadi dalam selang waktu rerata yang disebut umur
rerata, lamanya tergantung pada keadaan dan jenis atom tersebut. Kebalikan dari
umur ini dapat dipakai sebagai ukuran kebolehjadian atom tersebut terdeeksitasi
sambil memancarkan foton yang energinya sama dengan selisih tingkat energi asal
dan tujuan. Foton ini dapat saja diserap kembali oleh atom yang lain sehingga
mengalami eksitasi tetapi dapat pula lolos keluar sistem sebagai cahaya.
Sebetulnya atom atom yang tereksitasi tidak perlu
![]() |
Gambar prinsip kerja laser
menunggu terlalu lama untuk memancar
secara spontan, asalkan terdapat foton yang merangsangnya. Syaratnya foton itu
harus memiliki energi yang sama dengan selisih tingkat energi asal dan tujuan.
Tinjauan dua tingkat
energi dalam sebuah atom E1 dan E2,
dengan E1
<
E2.
Cacah atom yang berada di masing-masing tingkat energi adalah N1
dan
N2.
Untuk
menggambarkan distribusi energi pada atom-atom itu dalam kesetimbangan termal
berlakulah statistik Maxwell - Boltzmann :
N1
/
N2
=
exp ( E2
-
E1
)
/ kT ........................................(1)
Persamaan ini
menunjukkan bahwa dalam keadaan stimbang N1 selalu
lebih besar daripada N2, tingkat energi rendah
selalu lebih padat populasinya dibandingkan dengan tingkat yang lebih tinggi.
Dalam keadaan tak setmbang terjadilah perpindahan populasi melalui ketiga
proses serapan dan pancaran tersebut di atas.

Atom-atom
di E2 dapat saja melompat ke E1 secara spontan dengan
kebolehjadian transisinya A21 per satuan waktu. Apabila terdapat
radiasi dengan frekuensi n dan rapat energi e ( n ), terjadilah
transisi akibat serapan dari E1 ke E2, dengan
kebolehjadian sebut saja B1 2.e ( n ) karena terlihat jelas
kebolehjadian ini sebanding pula dengan rapat energi fotonnya. Pancaran spontan
ini dapat pula merangsang transisi dari E2 ke E1 akibat
interaksinya dengan atom-atom yang berada dalam keadaan tereksitasi E2,
kebolehjadiannya B21. e ( n ). Sudah tentu semua transisi yang
terjadi di sini berbanding lurus dengan populasi atom di tingkat energi asalnya
masing-masing. Perubahan N2 secara lengkap :
dN2/dt
= B12.e
(
). N1
-
[A21
+
B21.e
(
) ]. N2
................................................(2)


Perubahan
populasi ini disebabkan oleh pertambahan akibat serapan dan pengurangan
akibat pancaran.
Setelah tercapai kesetimbangan antara atom-atom itu dengan radiasinya,
pengaruh
serapan dan pancaran akan saling meniadakan dN2/dt
= 0.
B12.e
(
) . N1
=
[A21
+
B21.e
()
] . N2
................................................................(3)


Setelah
digabungkan dengan persamaan (1), substitusi E2 -
E1
=
h.
(energi foton yang

dilepaskan
pada saat deeksitasi) dan manipulasi aljabar biasa didapatlah persamaan :

Jika persamaan
(4) ini dibandingkan dengan distribusi statistik Bose Einstein, tampak
bahwa
foton adalah boson, dan persamaan radiasi Planck dengan harga-harga :
A21/B12
=
8
h.
/
..........................................................(5)



B21/B12
=
1 ...................................................(6)
Persamaan
(6) menunjukkan bahwa kebolehjadian atom-atom tersebut melakukan transisi
serapan adalah sama dengan kebolehjadiannya melakukan transisi akibat pancaran
terangsang. Tetapi pada keadaan normal pengaruh serapanlah yang lebih terasa
karena populasi atom lebih besar di tingkat energi yang lebih rendah. Dari penjelasan
di atas tampaknya ketiga proses : serapan, pancaran spontan dan terangsang,
terjadi melalui suatu persaingan. Laser yang dihasilkan oleh pancaran
terangsang dengan demikian hanya bisa terjadi jika pancaran terangsang dapat
dibuat mengungguli dua proses yang lain. Nisbah laju pancaran terangsang
terhadap serapan dapat dihitung sebagai berikut.


Dari
persamaan ini terbukti tidaklah mungkin pancaran terangsang dapat mengungguli
serapan pada kesetimbangan termal, karena N1 yang
selalu lebih besar daripada N2. Laser bisa
dibuat hanya jika N2 > N1
yang
tentu saja tidak alamiah, keadaan terbalik seperti ini disebut inversi
populasi. Inversi populasi ini harus dipertahankan selama laser
bekerja, dan cara-caranya akan dijelaskan di bagian berikut Cara-cara untuk
mencapai keadaan inversi populasi ini antara lain adalah pemompaan optis dan pemompaan
elektris. Pemompaan optis adalah penembakan foton sedangkan pemompaan
elektris adalah penembakan elektron melalui lucutan listrik. Untuk menuju
keadaan inversi populasi pemompaan ini harus melakukan pemindahan atom ke
tingkat eksitasi dengan laju yang lebih cepat dibandingkan dengan laju pancaran
spontannya. Hal ini dapat dilakukan jika dipergunakan medium laser yang
atom-atomnya memiliki tingkat energi yang metastabil. Sebuah
tastabil memerlukan waktu yang relatif lebih lama sebelum terdeeksitasi
dibandingkan dengan umurnya di tingkat eksitasinya yang lain. Dengan demikian
pada saat pemompaan terus berlangsung, terjadilah kemacetan
lalu
lintas di tingkat metastabil ini, populasinya akan lebih padat dibandingkan
dengan
populasi tingkat
energi di bawahnya. Populasi tingkat energi dasar kini sudah terlampaui populasi
tingkat metastabil. Bila suatu saat secara spontan dipancarkan satu foton saja
yang berenergi sama dengan selisih energi antara tingkat metastabil dengan
tingkat dasar, ia akan memicu dan mengajak atom-atom lain di tingkat metastabil
untuk kembali ke tingkat dasar.

Akibatnya
atom-atom itu melepaskan foton-foton yang energi dan fasenya persis sama dengan
foton yang mengajaknya tadi, terjadilah laser. Proses demikian inilah yang
terjadi pada banyak jenis laser seperti pada laser ruby dan laser-laser gas.
Pada laser uap tembaga yang terjadi adalah efek radiasi resonansi, inversi
populasi dicapai dengan cara memperpanjang umur atom tereksitasi terhadap
tingkat energi dasar, sedangkan umurnya terhadap tingkat metastabil tidak
berubah. Dengan demikian inversi populasi terjadi antara tingkat energi tinggi
dengan tingkat metastabil. Setelah laser dihasilkan, atom-atom akan banyak
terdapat di tingkat metastabil. Koherensi keluaran laser bersifat spasial
maupun temporal, semua foton memiliki fase yang sama. Mereka saling mendukung
satu sama lain, yang secara gelombang dikatakan berinterferensi konstruktif,
sehingga intensitasnya berbanding langsung kepada N2,
dengan N adalah cacah foton. Jelaslah intensitasnya ini jauh lebih besar
dibandingkan dengan intensitas radiasi tak - koheren yang hanya sebanding
dengan N saja. Syarat penting lainnya untuk menghasilkan laser adalah
meningkatkan nisbah laju pancaran terangsang terhadap laju pancaran spontannya.
Nisbah tersebut mudah sekali
Didapat


Persamaan
(8a) menunjukkan bahwa rapat energi e (
) harus cukup besar
agar laser dapat dihasilkan. Rapat energi foton ini dapat ditingkatkan dengan
cara memberikan suatu rongga resonansi optik. Di rongga itulah rapat energi
foton tumbuh menjadi besar sekali melalui pantulan yang berulang-ulang pada
kedua ujung rongga, dan terjadilah perbesaran intensitas seperti yang
ditunjukkan oleh nama laser. Pembuatan rongga resonansi ini merupakan masalah
yang memerlukan penanganan yang paling teliti pada saat membangun suatu sistem
laser. Persamaan (8b) diperoleh dari gabungan (8a) dan (4). Kedua jenis
pancaran itu akan sama pentingnya apabila selisih tingkat energi h.
memiliki
orde yang sama malahan jauh lebih kecil dibandingkan dengan energi termal k.T.
misalnya saja pada gelombang mikro pada suhu kamar. Oleh sebab itulah laser
berenergi tinggi dengan frekuensi yang tinggi pula amat sulit dibuat, karena
pancaran spontan akan lebih terbolehjadi.


Pada teknologi laser, cahaya yang dihasilkan mempunyai
karakteristik tersendiri: monokromatik (satu panjang gelombang yang spesifik),
koheren (pada frekuensi yang sama), dan menuju satu arah yang sama sehingga
cahayanya menjadi sangat kuat, terkonsentrasi, dan terkoordinir dengan baik.
Bagaimana cara mengontrol emisi cahaya ini? Dengan menggunakan bantuan cermin!
Pada Gambar 5 kita melihat dua buah cermin yang diletakkan di kedua ujung batu
ruby. Salah satu cermin dibuat half-silvered (hanya memantulkan sebagian
cahaya; sementara cahaya yang tidak dipantulkan dapat menerobos keluar). Ruby
diberi stimulasi energi (disinari dengan cahaya) sehingga beberapa elektronnya
tereksitasi. Kemudian elektron yang tereksitasi ini berusaha kembali ke tingkat
energi awal dengan melepaskan cahaya (foton). Cahaya ini memantul-mantul pada
permukaan cermin dan menyinari elektronelektron
‘tetangga’nya sehingga menyebabkan tereksitasinya para
elektron ‘tetangga’ tersebut. Elektron-elektron ini kemudian juga mengemisikan
cahaya untuk kembali ke keadaan normalnya. Begitu seterusnya! Seperti reaksi
berantai! Sebagian cahaya berhasil menerobos keluar dari half-silvered
mirror. Sinar ini merupakan sinar yang monokromatik, koheren, dan berfasa
tunggal (single phase). Sinar inilah yang kita kenal sebagai sinar
laser.

Gambar 5 Teknologi
Laser
Ada bermacam media yang dapat digunakan untuk
menghasilkan sinar laser, misalnya solid state laser (menggunakan bahan
padat sebagai medianya; contoh: batu ruby), dan gas laser (misalnya gas
helium, neon, CO2). Kekuatan laser sangat bervariasi, bergantung pada panjang
gelombang yang dihasilkannya. Sebagai perbandingan, panjang gelombang yang
dihasilkan ruby laser adalah 694 nm (6,94x10-7 m), sedangkan panjang
gelombang yang dihasilkan gas CO2 adalah 10.600 nm (1,06x10-5 m). Batu ruby
(CrAlO3) menghasilkan sinar laser berwarna merah, sedangkan gas CO2
menghasilkan sinar pada daerah inframerah dan gelombang mikro (microwave).
Radiasi inframerah berbentuk panas sehingga laser yang dihasilkan mampu melelehkan
benda apa pun yang terkena sinarnya, bahkan bisa digunakan untuk memotong baja!
Sinar laser yang berwarna-warni dihasilkan dari medium yang memiliki panjang
gelombang berbeda-beda. Biasanya laser yang berwarna-warni ini relatif tidak
berbahaya karena berada pada panjang gelombang yang relatif kecil.
3.
Cara
kerja Printer Laser
Cara Kerja printer laser adalah
dengan prinsip elektrik statis. Awalnya Photoreceptor Drum (OPC Drum) diberi
muatan positif oleh Primary Charging Roller (PCR), dengan memberikan arus
listrik padanya. (Bagian ini ada di dalam Toner Catrid).
Kemudian printer menyorotkan sinar laser yang sangat kecil melewati permukaan photoreceptor drum untuk membentuk image tulisan atau gambar sesuai dengan data yang dikirim oleh komputer, berupa satu garis horizontal pada satu waktu.
Sinar laser menyorotkan cahaya pada Photoreceptor Drum untuk
membentuk titik dan mematikan cahaya untuk tempat kosong per halaman. Sinar
laser tidak bergerak dengan sendirinya namun sinar laser itu dipantulkan melalui
cermin yang bisa bergerak sendiri. Sinar laser ini pasti berhenti pada titik di
photoreceptor drum dan membentuk image electrostatic. Bagian permukaan drum yg
terkena sinar laser yang berubah menjadi bermuatan negatif.
Setelah pola image lengkap, serbuk toner yang tersimpan di Toner hopper (di dalam cartridge) diambil oleh Unit Developer (Magnetic Sleeve) . Toner yang bermuatan positif melekat pada area Photoreceptor Drum yang telah membentuk image electrostastik, yaitu bagian Photoreceptor Drum yg terkena sinar laser (muatan negative) (hukum alam positf akan mendekat pada negatif)
Lembar kertas (dengan muatan negatif yang lebih kuat dari Photoreceptor Drum) bergerak sepanjang sabuk dan roll diatas drum yang telah dibubuhi serbuk toner yang berpola. Kertas mendorong bubuk toner dari drum untuk berpindah melekat pada kertas sehingga pola image berserbuk toner berpindah pada kertas dan siap untuk difinishing pada Fuser.
Toner yang tidak menempel pada kertas dan masih melekat pada OPC Drum akan dihapus oleh Wiper Blade dan kemudian masuk ke dalam Waste Bin (Pembuangan)
Fuser (Pemanas)
Fuser mengeringkan serbuk toner yang telah berbentuk image
pada kertas agar kuat melekat pada kertas. Kemudian kertas yang telah tercetak
dikeluarkan menuju tray pengeluaran kertas pada printer.
Sedangkan bagian yang memancarkan sinar laser yg kita bahas di bagian atas adalah :
Laser Scanner Assembly
Laser Scanner biasanya terdiri dari 3 unit bagian :
1. Laser
2. Cermin berputar
3. Lensa
Unit laser menerima data gambar maupun text dari komputer, lalu data tersebut dipancarkan ke drum berupa titik-titik yang membentuk text atau gambar, bertahap secara horizontal pada drum.
Laser Scanner biasanya terdiri dari 3 unit bagian :
1. Laser
2. Cermin berputar
3. Lensa
Unit laser menerima data gambar maupun text dari komputer, lalu data tersebut dipancarkan ke drum berupa titik-titik yang membentuk text atau gambar, bertahap secara horizontal pada drum.
4.
Prinsip
Kerja Printer Laser
Printer laser adalah Jenis printer yang menggunakan sinar laser
untuk menghasilkan sebuah gambar pada drum. Cahaya laser mengubah muatan
listrik pada drum . Drum kemudian digulung melalui reservoir toner, yang
dijemput oleh bagian bermuatan dari drum. Akhirnya, toner ditransfer ke kertas
melalui kombinasi dari panas dan tekanan. Ini juga merupakan cara kerja mesin
fotokopi.
Karena seluruh
halaman ditransmisikan ke drum sebelum toner diterapkan, printer laser
kadang-kadang disebut printer halaman. Ada dua jenis lain dari printer halaman
yang termasuk dalam kategori printer laser meskipun mereka tidak menggunakan
laser sama sekali. Satu menggunakan sebuah array LED untuk mengekspos drum, dan
lainnya menggunakan LCD., Bagaimanapun, mereka berdua beroperasi seperti
printer laser nyata.
Salah satu
karakteristik utama dari printer laser adalah resolusi mereka yang
dinyatakan dengan berapa banyak titik per inci (dpi). Resolusi-resolusi yang
tersedia mulai dari 300 dpi pada akhir rendah untuk 1.200 dpi pada akhir yang
tinggi. Sebagai perbandingan, cetak offset biasanya mencetak di 1.200 atau
2.400 dpi. Beberapa printer laser mencapai resolusi yang lebih tinggi dengan
teknik khusus yang dikenal umum sebagai peningkatan resolusi.
Di samping
printer laser monokrom standar, yang menggunakan toner tunggal, ada juga ada
printer laser warna yang menggunakan empat toner untuk mencetak warna. laser
printer warna cenderung sekitar lima sampai sepuluh kali lebih mahal dibanding
printer laser monokrom.
Laser printer
menghasilkan hasil cetak berkualitas tingga dan mampu mencetak berbagai font yang
hampir tidak terbatas. Kebanyakan laser printer datang dengan satu set dasar
font, yang disebut font internal, tetapi Anda dapat menambahkan font tambahan
dalam salah satu dari dua cara:
cartridge font #: printer Laser memiliki slot di mana Anda dapat memasukkan cartridge font, ROM font papan yang telah dicatat. Keuntungan dari cartridge font yang mereka gunakan tidak ada memori printer.
soft font:
printer laser yang datang dengan sejumlah memori RAM, dan Anda biasanya dapat
meningkatkan jumlah memori dengan menambahkan papan memori dalam slot ekspansi
printer. Anda kemudian dapat menyalin font dari sebuah disk ke RAM printer.
Sebuah font yang telah didownload sering disebut sebagai soft font, untuk
membedakannya dari hard font tersedia pada cartridge font. Semakin banyak RAM
printer, semakin banyak font yang dapat didownload pada satu waktu.
Selain mencetak
teks, printer laser juga digunakan untuk mencetak grafis karena hasilnya yg
bagus. Namun, Anda memerlukan sejumlah besar memori dalam printer untuk
mencetak grafis resolusi tinggi. Untuk mencetak satu halaman penuh grafis di
300 dpi, misalnya, Anda memerlukan setidaknya 1 MB (megabyte) RAM printer.
Untuk grafis 600-dpi, Anda memerlukan setidaknya 4 MB RAM.
Karena printer
laser printer nonimpact, mereka menjadi tidak berisik dibandingkan printer dot
matrix.. Mereka juga relatif cepat, meskipun tidak secepat beberapa printer
dot-matrix. Kecepatan printer laser berkisar dari sekitar 4 sampai 20 halaman
teks per menit (ppm). Tingkat khas dari 6 ppm adalah setara dengan sekitar 40
karakter per detik (cps).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar